MAKANAN ORGANIK UNTUK SI KECIL

By |2017-08-08T07:14:51+00:00August 8th, 2017|blog|

 

Tren Makanan Organik juga terjadi Untuk Sang Buah Hati!

Di era ini, tentu kita semua tahu bahwa lahan pertanian menyempit sehingga membuat para petani mengolah lahannya sedemikian rupa agar tetap produktif. Salah satunya adalah dengan cara menambahkan beberapa pupuk atau pestisida untuk merangsang kesuburan tanah dan meningkatkan hasil tanam.Tak terlepas pula pada tanaman bahan pangan seperti sayuran dan buah-buahan.

 

Saat sang buah hati kita bertambah usia, tentu kebutuhan nutrisinya juga meningkat. Buah hati tidak akan puas hanya dengan ASI atau susu formula. Asupan gizi yang beragam yang berasal dari biji-bijian, ikan, daging, sayur-sayuran dan buah-buahan dibutuhkan oleh buah hati Anda.

 

Sangat bijak jika sebagai orang tua, kita sangat memperhatikan asupan gizi yang diterima buah hati kita. Dan tentu kita tahu, bahaya pestisida yang terkandung dalam sumber pangan hasil pertanian untuk sang buah hati.

 

Sistem pencernaan sang buah hati masih belum sempurna, sehingga jika mereka mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung pestisida di dalamnya akan sangat berbahaya bagi sang buah hati.

 

Makanan berbahan dasar organik sedang tren di dunia kuliner saat ini.Seperti yang diketahui, makanan organik ditanam tanpa menggunakan pupuk kimia sintetik, pestisida, hormone pertumbuhan, dan modifikasi genetic yang tentunya berbeda dengan makanan yang diproduksi secara konvensional.

 

Sebuah studi yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut menunjukkan, kandungan nutrisi makanan organik tidak jauh berbeda. Sementara itu, studi lain yang dilakukan terhadap anak-anak yang mengonsumi makanan organik, tampak memiliki tingkat pestisida yang sangat rendah pada urin.

 

Beberapa jenis makanan diketahui memiliki kadar pestisida tinggi, dibandingkan yang lain. Untuk itu, sebaiknya pilih makanan organik untuk jenis makanan berikut :

Apel, pir, anggur dan stroberi

Saat mengonsumsi apel yang kaya serat, banyak orang yang mengupas kulitnya.Padahal tidak sedikit nutrisi di bagian kulit tersebut. Pada produk konvensional, kulit memang sebaiknya dibuang karena pestisida seringkali masih tertinggal di sana. Demikian juga pir yang lebih banyak menyerap pestisida dibandingkan buah lainnya.

Sementara itu, dianjurkan memilih stroberi di lokasi yang paling dekat dengan kota Anda agar lebih segar. Sebuah studi menyatakan, stroberi organik mengandung antioksidan lebih banyak dibandingkan non organik. Untuk anggur jenis organik, merupakan pilihan terbaik untuk sang buah hati dan ibu hamil. Meski demikian, disarankan tetap mencuci buah sebelum mengonsumsinya termasuk buah organik.

Seledri, bayam dan daun selada

Beberapa jenis sayur seperti bayam, daun selada dan seledri yang kaya vitamin dan mineral serta rendah kalori, namun berisiko memiliki residu pestisida lebih tinggi. Jika perlu memberikan makanan sehat untuk sang buah hati, orang tua dapat memilih jenis organik. Selalu cuci bersih sayur-sayuran tersebut di bawah air mengalir.

Kentang

Kentang dengan kandungan serat serta berbagai vitamin dan mineral, merupakan salah satu pilihan jenis makanan organik yang disarankan.Sebab, kandungan pestisidanya jauh lebih rendah.

Susu dan daging

Sapi penghasil susu secara konvensional banyak diberikan hormon pertumbuhan untuk merangsang produksi susu. Meski hingga kini, belum ada hasil penelitian yang menyatakan risiko hormon tersebut.Namun,sang buah hati ada baiknya diberikan susu organik dari sapi tanpa tambahan hormon ataupun antibiotik. Demikian juga saat membeli daging dari sapi atau ternak lainnya.

Kelebihan utama dari makanan organik paling dirasakan oleh sang buah hati Anda.

 

Perlu Diketahui!

Riset yang dilakukan oleh Enviromental Working Group pada 14 Juli 2005, rata-rata sang buah hati lahir dengan 200 zat yang mengandung toksin dan karsinogen dalam tubuhnya. Pada saat mencapai umur 2 tahun sebagian besar kadar toksin mencapai batas yang mematikan. Dengan memberi makan sang buah hati dengan makanan organik, akan menurunkan jumlah karsinogen dalam darahnya hingga hanya 1/6 bagian dibandingkan jika anda memberi mereka makanan non-organik. Sehingga dapat menurunkan kemungkinan terserang bermacam-macam penyakit secara signifikan.

 

Oleh karena itu, sangat penting bagi sang buah hati dan anak-anak untuk mengkonsumsi makanan organik.

 

Daftar Pustaka

Parlyna R, Munawaroh. 2011. KonsumsiPanganOrganik: MeningkatkanKesehatanKonsumen. EconoSains. 9(2): 158-165.

AloDokter Website. Katanya, MakananSehatuntukBayiHarusOrganik.http://www.alodokter.com/katanya-makanan-sehat-untuk-bayi-harus-organik .DiaksesTanggal: 8 Agustus 2017.

Enviromental Working Group Website. 2005. A Benchmark Investigation of Industrial Chemicals, Pollutants, and Pesticides in Umbilical Cord Blood. http://www.ewg.org/research/body-burden-pollution-newborns#.WYkn89OGOCR .DiaksesTanggal: 8 Agustus 2017.

ArabicEnglishIndonesian