Bunda, Khawatir kah Kalau Makanan si Kecil Mengandung Pengawet?

Biasanya, tujuan penggunaan pengawet makanan ini untuk menghindari pertumbuhan bakteri, sehingga makanan bisa tetap dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Penggunaan pengawet makanan akan banyak ditemukan pada produk makanan instan. Bunda perlu tahu, nih, jenis pengawet makanan yang paling umum digunakan antara lain benzoat, TBHQ, sulfit, kalium sorbat, BHA dan BHT, serta nitrit dan nitrat.

Sebelum Bunda memutuskan memberi makanan instan yang rentan mengandung pengawet untuk si kecil, baiknya ketahui terlebih dahulu bahaya dari pengawet makanan.

1. Gangguan pernafasan
Efek dari konsumsi pengawet seperti aspartame, benzoate, dan sulfit pada makanan dapat menyebabkan kesulitan bernafas. Mayoclinic menyebutkan bahwa penderita asma tidak diperbolehkan sama sekali mengonsumsi makanan yang mengandung pengawet.

2. Gangguan Pencernaan
Efek dari mengonsumsi makanan yang mengandung pengawet seperti nitrit dan nitrat bisa dirasakan dalam jangka pendek, lho Bun. Salah satu efek yang dirasakan yaitu mengalami diare, mual atau muntah.

3. Alergi
Gejala alergi seperti gatal-gatal akan muncul akibat dari penolakan sistem imunitas anak terhadap kandungan zat asing dari pengawet makanan.

4. Hiperaktif
Masalah lain yang ditimbulkan dari pengawet makanan adalah perubahan perilaku pada anak.

5. Kerusakan Jantung
Terlalu banyak makanan yang berpengawet pun bisa menimbulkan efek jangka panjang. Yup, kerusakan jantung adalah salah satu efek jangka panjang dari pengawet makanan. Pengawet makanan yang masuk ke dalam tubuh melemahkan fungsi jaringan-jaringan jantung.

Kemudian, apa solusi makanan sehat untuk pertumbuhan si kecil? Saat ini banyak, kok, produk makanan pendamping ASI, bubur organik, puding, atau cemilan yang dibuat tanpa pengawet. Salah satu pelopornya di Indonesia adalah Nayz Food yang saat ini memproduksi bubur organik dan puding susu tanpa pengawet, pewarna, bahkan pemanis buatan.

2018-08-23T06:28:54+00:00
ArabicEnglishIndonesian