Nayz Mom, 3 tahun terakhir kita dihanyutkan dalam kegelisahan panjang akibat pandemi Covid-19. Baru-baru ini, kita juga dikejutkan dengan munculnya hepatitis akut misterius yang banyak menyerang anak.

Berdasarkan catatan WHO, lebih dari 170 kasus hepatitis misterius dilaporkan terjadi di 12 negara. Di Indonesia sendiri, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) merawat beberapa kasus hepatitis misterius, 3 di antaranya meninggal dunia.

Baca juga: Jaga Si Kecil dari Penyakit Hepatitis Misterius

Menyikapi kejadian ini, yang paling penting adalah, hindari rasa panik. Panik membuat kita gelap sehingga kita tidak tahu apa yang mesti kita lakukan. Tentu kita harus tetap waspada menjaga buah hati kita, serta membentenginya untuk senantiasa sehat. Pandemi Covid-19, cukup membuat kita belajar, bahwa saat daya tahan tubuh kita kuat terbentengi, risiko berbahaya dari virus tersebut berkurang. Bahkan saat imunitas penduduk Indonesia dinyatakan mencapai angka 99,2%, grafik kasus juga angka kematian pun menurun.

Bagaimana cara menjaga dan membentengi daya tahan tubuh anak? Salah satu di antaranya adalah dengan memastikan makanannnya selalu sehat serta bergizi lengkap.

Pandemi Covid-19, juga munculnya fenomena hepatitis misterius, bisa ditafsirkan sebagai sebuah shock therapy dari alam untuk kita merefleksikan diri kembali menjalani gaya hidup sehat. Pola makan, misalnya, bagaimana kita mengembalikan kebiasaan untuk memilih masak sendiri sehingga bisa memastikan kesehatan dan kelengkapan gizinya, daripada mempercayakan pada makanan instan. Termasuk untuk makanan Si Kecil. Memilih Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang homemade tentu lebih bijak daripada memilih MPASI instan. Sekarang mari kita tanya diri sendiri, apakah selama ini kita masih mempercayakan MPASI anak pada yang instan-instan? Bila ya, mari kita pikir ulang.

Baca juga: Cara mengatasi GTM (Gerakan Tutup Mulut) pada Anak

Sesungguhnya, menyiapkan dan masak MPASI di rumah tidak perlu waktu lama, cukup 30 menit saja. Tentu bagi yang suka instan, 30 menit adalah waktu yang lama. Padahal, kalau Mom renungkan, dalam 30 menit, ada nilai cinta, ada kualitas kebersamaan, serta ada rekaman kasih sayang yang menancap dalam benak Si Kecil dan tak mungkin hilang. Itu yang dinamakan kualitas hidup lebih baik. Kami menyebutnya, Nayz Life.

Pastikan juga Mom melengkapi makanan Si Kecil dengan kelengkapan gizi yang baik. Terkhusus yang membuat daya tahan tubuh anak meningkat. Berikut ini jenis makanan yang sangat baik untuk imunitas tubuh anak:

  1. ASI. Tentu di masa usia menyusui, air susu ibu adalah yang utama. Itu sebabnya, makanan selain ASI disebut makanan pendamping ASI. Di dalam ASI ada kolostrum yang sangat ajaib menangkal penyakit.
  2. Buah dan sayur. Pastikan Si Kecil mengkonsumsi buah dan sayur, yang kaya dengan serat, mengandung antioksidan, vitamin A, C, E, B2, B6, K, kalium, folat, magnesium, dan zinc.
  3. Kacang-kacangan dan biji-bijian. Dari pada Si Kecil diberi camilan instan, lebih baik dibuatkan makanan yang mengandung kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kenari, biji labu, dan biji chia yang mengandung asam lemak omega-3 jenis alfa-linolenat (ALA). Asam lemak ini ampuh membantu tubuh melawan penyakit.
  4. Probiotik dan prebiotik. Probiotik dan prebotik sangat baik dalam menjaga keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat yang ada dalam tubuh anak. Probiotik banyak terkandung dalam yoghurt, kefir, acar, dan sari cuka acar. Pastikan juga sumber makanan anak mengandung prebiotik sebagai bekal menjaga daya tahan tubuhnya tetap fit. Prebiotik ada di pisang hijau, pisang raja, bengkuang, ubi jalar, dan asparagus.
  5. Makanan laut, daging merah, ayam. Jenis makanan berprotein tinggi ini banyak mengandung zinc. Zinc adalah mineral penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak.

Jadi, sekali lagi, menyikapi merebaknya berbagai fenomena penyakit, hindari rasa panik. Tuhan memberi kita anugerah untuk membentengi diri dan anak agar memiliki daya tahan tubuh kuat. Salah satu di antaranya melalui makanan. Tetap waspada, dan kembalikan gaya hidup kita pada kebiasaan alami yang sejak turun temurun orangtua kita lakukan: makan hanya masakan rumahan. Setuju kan, Nayz Mom?