Susu kental manis yang heboh diperbincangkan media massa tahun ini memicu pro dan kontra.

Susu kental manis dianggap bukan termasuk produk susu karena dianggap tidak memiliki kandungan susu dan hanya mengandung gula yang tinggi di dalamnya. Bahkan ada yang menganggap susu kental manis hanyalah larutan gula rasa susu.

Berbeda dengan pendapat umum, Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD selaku guru besar di Institut Pertanian Bogor (IPB) menyatakan, susu kental manis termasuk ke dalam kategori susu. Susu kental manis bisa dikonsumsi oleh anak-anak usia di atas 12 bulan.

“Susu kental manis layak dikatakan susu, dalam Perka BPOM No 21 Tahun 2016, susu kental manis termasuk kategori produk susu dengan kandungan lemak 8%, dibuat dari susu yang dipekatkan.” Ujar Prof. Ahmad saat ditemui Resepbayi.com beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, peran gula yang ada dalam susu kental manis sangatlah penting. Lantaran karakter susu yang sangat mudah rusak, kandungan gula berperan sebagai pengawet alami untuk susu tersebut.

“Susu kental manis diawetkan dengan gula untuk menekan pertumbuhan bakteri,” tambahnya.

Selain itu, satu hal yang jadi pertimbangan menurut Prof. Ahmad, “untuk anak kurang mampu, harga susu lumayan mahal, dengan adanya susu kental manis ini bisa membantu mencukupi kebutuhan gizi mereka, susu kental manis pun mengandung zat gizi, vitamin dan mineral ada.”